Sabtu, 19 Juli 2014


Rakyat Indonesia pasti tidak akan lupa bahwa 9 April 2014 yang lalu adalah salah satu tanggal bersejarah, dikarenakan seluruh rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya di pemilu legislatif, memilih wakil rakyat yang pantas untuk melanjutkan kepemimpinan negeri ini. Tapi bagi saya, 9 April yang lalu adalah waktunya berkelana ke salah satu pantai indah di Malang Selatan, yaitu Pantai Goa Cina. Saya sebenarnya sedih nggak bisa memberikan suara di pemilu tersebut, dikarenakan KTP saya adalah keluaran Jawa Tengah, dan saat ini saya berdomisili di Jawa Timur. Sangat disayangkan saya nggak ngerti bahwa pencoblosan tetap dapat dilakukan asal sudah memiliki surat dari kelurahan tempat saya tinggal di Jawa Tengah. Tapi saya berjanji bahwa pemilu presiden nanti, ada tinta warna ungu di jari kelingking saya! :mrgreen:
Lupakan sejenak tentang pemilu, saya pengen cerita sedikit tentang perjalanan saya menuju pantai Goa Cina. Sebenarnya nggak ada niatan pergi ke sana. Tapi berkat perjuangan keras teman-teman saya merayu & penjemputan mendadak, saya nggak tega kalau harus nolak mereka  :P.
Kami berangkat pk. 11.00 WIB, dan ternyata perjalanan menuju Pantai Goa Cina cukup panjang! Total perjalanan menuju lokasi kami tempuh selama 5 jam perjalanan, dengan estimasi 1 jam makan siang, jadi sekitar 4 jam. Jalur menuju lokasi beneran membuat pusing dan capek. Kita akan melewati beberapa bukit, dan yang namanya bukit selalu berkelok-kelok, dengan bonus beberapa kelokan tajam  o_O.
Sebelum berangkat isilah bahan bakar full tank terlebih dahulu kendaraan yang kita pakai. Sepanjang jalan kelokan, nggak ada yang namanya bertemu dengan pom bensin. Jalur menuju ke lokasi, ternyata searah dengan beberapa pantai indah di Malang Selatan. Salah satunya adalah Sendang Biru di kawasan Sempu atau Bajul Mati. Jangan kuatir nyasar karena begitu dekat dengan lokasi kita akan menemukan papan penunjuk yang bertuliskan “Goa Cina”. Kalau masih ragu, mending jangan sungkan untuk bertanya ke penduduk sekitar. Malas bertanya, sesat di jalan!  :twisted:
Penanda jalan terakhir sebelum masuk kawasan Goa Cina.
Penanda jalan terakhir sebelum masuk kawasan Goa Cina.


AKHIRNYA SAMPE!
Setelah menemukan papan penunjuk seperti di foto saya, langsung saja ikuti arahnya. Yang menjadi persoalan adalah kondisi jalan yang tidak rata dan berbatu-batu, jadi pastikan dulu ban dan mesin dalam kondisi prima. Tiket masuk pantai ini murah sekali, hanya Rp 5.000,-/orang. Di area pantai lumayan banyak warung yang berjualan minuman ringan dan makanan. Bagi blogger yang pengen main basah-basah sampai ke pinggir pantainya, disediakan kamar mandi dengan air bersih dan nggak pesing! (Kamar mandinya nggak gratis, saya lupa tarifnya. Jangan kuatir, nggak nyekik leher koq :D)
Pantai Goa Cina memiliki 2 sisi pantai yang dapat digunakan untuk sekedar duduk-duduk atau bermain ombak. Ombak yang datang lumayan besar, tetapi sepertinya tidak berbahaya bagi pengunjung yang ingin berenang. Waspada saja, karena kondisi ombak bisa berbeda-beda, tergantung bulan & arah angin ;) Pasir di sini relatif bersih, di satu sisi pantai terdapat sebuah tebing karang, bagus buat foto-foto. Hahaha :mrgreen:
Sisi pantai 1
Sisi pantai 1
Sisi satunya
Sisi satunya
Batu karang ini tempat favorit buat foto2 :D
Batu karang ini tempat favorit buat foto2 :D
Sepanjang penglihatan saya, ada sebuah papanyang menunjukkan arah menuju goa. Sesuai nama pantainya, mungkin saja dulunya pantai ini adalah tempat pertapaan orang-orang Cina yang mendarat di Indonesia :D. Sayang saat itu saya tidak sempat menjelajah dikarenakan hari semakin sore. Jujur, saya takut kalau malam-malam harus melintas di hutan berkelok-kelok yang saya lalui sebelum sampai di tempat tujuan! XD
Hello there! 8-)
Hello there! 8-)
Perjalanan pulang tidaklah selama perjalanan berangkat. Pulangnya kami sempatkan mampir ke alun-alun kota Batu untuk mencari makanan ringan sekaligus makanan berat. Meskipun badan lumayan capek, tapi hati ingin berpetualang tersampaikan :D.

0 komentar :

Posting Komentar